Malam jahat

Malam jahat datang lagi

Entah sikap ku ini menunjukan sikap kurang bersyukur atau tidak
Yang jelas ini membuat ku sakit lagi

Aku dibiarkan tahu banyak hal tapi bukan berarti bisa meraihnya,, aku tau soal bnyak hal di luar sana hingga aku menjadi suka, menggemari, kebiasaan,,

Tapi aku hanya bisa hadir tak nyata,
Dalam nyata nya aku hanya bisa melihat, mendengar dari jauh

Malam ini ada acara yang ingin aku datangi sebut saja acara positif di kota,,
Jarak dari rumah ke tempat bisa ditempuh 30 menit itu sudah ditambah agak macet sedikit kecepatan motor 60km/jam atau kira kira 30 - 40 menitan.

Mengagendakan acara dari beberapa hari lalu, berharap ketika aku dapat melihat acara secara langsung aku bisa menyatu bersama atmosfir yang bisa aku liat sama waktu aku melihat tak secara langsung lewat hp, gambar,dll.

Info ini aku dapati dari twitter, dari twitter aku sudah memantau kapan hari dan jam nya tertera pukul 19.00 wib tanggal 15, 16 Juli. Tapi aku belum juga tahu dengan siapa aku akan berangkat datang kesana. Aku tahu bila sendiri nanti hanya tidak akan dibolehkan. Tapi hingga tadi sore aku juga belum tahu dengan siapa.

Akhirnya aku tak ingin berbohong kali ini, aku ijin kalau memang aku akan berangkat sendiri dan jawabannya tidak. Remuk. Tak jadi berangkat. Berapa kali keinginan yang tak jadi. Yang pupus gitu aja. Yang bisa jadi berangkat beberapa kali harus dengan berbohong. Apa ya aku harus berbohong. Sungguh kehidupan apa yang dipenuhi kebohongan.

Aku dibiarkan pintar tapi tidak untuk diraih, tersetir oleh perintah. Menjadi seperti yang dikehendaki nya. Pilihan ku hanya akan menjadi angan bukan untuk diwujudkan. Yang terwujudkan yang menurutnya baik dimata nya, yang iya paham. Yang aku paham tapi ia tak paham maka tak bisa diterima.

Hidup dalam kekhawatiran ia. Aku pernah mencoba menjelaskan ini akan baik baik saja tenang lah.. But its not okey. Tidak bisa diterima. Aku bersekolah, berteman, membeli baju, hp, internet. Tahu cara bergaul dengan sebaya tapi tidak dibiarkan berkembang. Begini saja everyday at home.
So hurt, broken.
Iam sorry God. Maaf Tuhan hamba mu seperti ini. So sorry

Komentar